Bagi sebagian orang, tabel periodik unsur kimia adalah hal yang harus diketahui, apalagi untuk para siswa yang mempelajari kimia. Tabel ini menjadi panduan dalam mempelajari unsur kimia yang ada di bumi.

Di dalamnya berupa tabel dengan unsur-unsur kimia yang sudah disusun berdasarkan nomor atom, keberulangan sifat kimia serta konfigurasi elektron yang dimiliki unsur kimia tersebut.

Adanya sistem periodik ini akan memberitahukan informasi tentang sifat unsur kimia yang ada di golongan dan periode yang sama. Selain itu juga menunjukkan berbagai informasi lain yang dibutuhkan terkait unsur kimia tersebut. 

Pengertian Tabel Periodik Unsur Kimia

Tabel periodik unsur kimia
Klik untuk download tabel periodik unsur kimia

Untuk memahami lebih dalam tentang sistem periodik ini, pertama Anda harus tahu tentang apa itu tabel periodik. Tabel Periodik ini adalah sebuah tabel yang tersusun atas berbagai unsur kimia yang ada di bumi.

Unsur-unsur kimia yang tersusun di dalam tabel ini disusun berdasarkan nomor atom unsurnya serta sifat-sifat yang dimiliki oleh unsur tersebut. Secara umum, tabel periodik menampilkan informasi unsur yang berada di bagian kiri tabel adalah unsur yang bersifat logam dan unsur yang berada di bagian kanan adalah unsur yang bersifat non logam. 

Sudah sedikit disinggung sebelumnya, jika tabel periodik unsur kimia ini dibuat untuk memudahkan dalam pembelajaran. Hal ini karena karena penempatan setiap unsur-unsur kimia di dalam tabel tersebut sudah diatur berdasarkan sistem tertentu. Adanya tabel ini memberikan manfaat antara lain sebagai berikut:

1. Menunjukkan Sifat Unsur Kimia 

Manfaat dari adanya tabel ini yang pertama adalah untuk menunjukkan sifat-sifat dari unsur kimia yang ada di dalamnya.

Dari tabel ini dapat diketahui mengapa unsur-unsur kimia yang berada dalam satu golongan yang sama memiliki sifat yang sama. Tak hanya itu juga menunjukkan mengapa meskipun berada dalam periode yang sama sifat unsur-unsur tersebut justru memiliki sifat yang berbeda. 

2. Memprediksi Nilai Bilangan Oksidasi 

Pada tabel sistem periodik ini tersusun atas golongan dan periode yang. Setiap unsur menampilkan nomor golongan yang berbeda. Dari nomor golongan ini dapat diprediksi tentang nilai bilangan Oksidasi dari unsur tersebut, baik itu yang termasuk dalam unsur utama ataupun unsur yang tergolong transisi.

Dari nomor golongan tersebut nantinya dapat diketahui bilangan Oksidasi tertinggi yang bisa dicapai, baik oleh unsur logam maupun unsur non logam.

3. Mencari Nilai Bilangan Oksidasi Terendah 

Selain digunakan untuk mencari bilangan oksidasi tertinggi, tabel sistem periodik ini juga digunakan untuk menghitung bilangan oksidasi paling rendah dari unsur non logam.

Untuk menemukannya adalah dengan mengurangkan nomor golongan dengan 8, maka akan didapat bilangan oksidasi terendah dari unsur kimia tersebut. Setiap unsur memiliki bilangan oksidasi dengan angka terendah 0 dan tidak mungkin bernilai negatif. 

Format Tabel Periodik dan Keterangannya 

No atom Unsur Kimia Simbol
1 hidrogen H
2 helium He
3 lithium Li
4 beryllium Be
5 boron B
6 carbon C
7 nitrogen N
8 oxygen O
9 fluorine F
10 neon Ne
11 sodium Na
12 magnesium Mg
13 aluminum Al
14 silicon Si
15 phosphorus P
16 sulfur S
17 chlorine Cl
18 argon Ar
19 potassium K
20 calcium Ca
21 scandium Sc
22 titanium Ti
23 vanadium V
24 chromium Cr
25 manganese Mn
26 iron Fe
27 cobalt Co
28 nickel Ni
29 copper Cu
30 zinc Zn
31 gallium Ga
32 germanium Ge
33 arsenic As
34 selenium Se
35 bromine Br
36 krypton Kr
37 rubidium Rb
38 strontium Sr
39 yttrium Y
40 zirconium Zr
41 niobium Nb
42 molybdenum Mo
43 technetium Tc
44 ruthenium Ru
45 rhodium Rh
46 palladium Pd
47 silver Ag
48 cadmium Cd
49 indium In
50 tin Sn
51 antimony Sb
52 tellurium Te
53 iodine I
54 xenon Xe
55 cesium Cs
56 barium Ba
57 lanthanum La
58 cerium Ce
59 praseodymium Pr
60 neodymium Nd
61 promethium Pm
62 samarium Sm
63 europium Eu
64 gadolinium Gd
65 terbium Tb
66 dysprosium Dy
67 holmium Ho
68 erbium Er
69 thulium Tm
70 ytterbium Yb
71 lutetium Lu
72 hafnium Hf
73 tantalum Ta
74 tungsten W
75 rhenium Re
76 osmium Os
77 iridium Ir
78 platinum Pt
79 gold Au
80 mercury Hg
81 thallium Tl
82 lead Pb
83 bismuth Bi
84 polonium Po
85 astatine At
86 radon Rn
87 francium Fr
88 radium Ra
89 actinium Ac
90 thorium Th
91 protactinium Pa
92 uranium U
93 neptunium Np
94 plutonium Pu
95 americium Am
96 curium Cm
97 berkelium Bk
98 californium Cf
99 einsteinium Es
100 fermium Fm
101 mendelevium Md
102 nobelium No
103 lawrencium Lr
104 rutherfordium Rf
105 dubnium Db
106 seaborgium Sg
107 Bohrium Bh
108 Hassium Hs
109 meitnerium Mt
110 Darmstadtium Ds
111 Roentgenium Rg
112 Copernicium Cn
113 Ununtrium Uut
114 Ununquadium Uuq
115 Ununpentium Uup
116 Ununhexium Uuh
117 Ununseptium Uus
118 Ununoctium Uuo

Membaca tabel periodik akan sulit dilakukan jika tidak mengetahui format dan keterangan dari tabel tersebut. Hal ini karena jika dilihat sekilas, susunan tabel ini memang sedikit membingungkan, dengan kotak-kotak yang berisi nama-nama unsur kimia beserta nomor-nomor yang ada di dalam setiap kotak unsur tersebut.

Belum lagi setiap kotak memiliki warna yang berbeda yang tentu memberikan arti yang berbeda pula. Nah, untuk itu, berikut ini adalah informasi tentang format dan keterangan dari tabel tersebut. 

1. Barisan dan Kolom 

Dalam tabel sistem periodik dapat terlihat ada susunan baris dan kolom. Bagian baris yang tersusun secara horizontal merupakan periode. Sedangkan bagian yang tersusun secara vertikal atau membentuk kolom disebut sebagai golongan.

Unsur yang berada pada satu golongan yang sama ini adalah unsur kimia yang memiliki kemiripan sifat. Sementara itu, untuk periode yang tersusun di lajur horizontal disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. 

Masing-masing periode diberi nomor mulai 1-7. Begitu pula dengan golongan yang juga diberi nomor 1-8 namun terdapat tambahan huruf A atau B. Namun berdasarkan sistem IUPAC terbaru, nomor pada golongan adalah 1-18 tanpa adanya tambahan huruf A atau B.

2. Setiap Unsur Terdapat pada Satu Kotak 

Setiap unsur kimia diletakkan di dalam 1 kotak yang ada di dalam tabel sistem periodik tersebut. Dalam satu kotak tersebut, selain lambang unsur, juga tertulis nomor massa dan nomor atom.

Nomor atom adalah angka yang berada di bagian kiri atas lambang unsur. Sedangkan nomor massa berada tepat di bawah nama unsur. Urutannya dari kiri menuju ke kanan dan urutannya disusun berdasarkan kenaikan atomnya. 

3. Letak Unsur Logam Utama dan Transisi 

Pada golongan 1A-8A atau tang dalam sistem IUPAC terbaru merupakan unsur yang berada pada golongan 1-2 dan 13-18 adalah kelompok unsur golongan utama.

Sedangkan sisanya yang berada pada golongan 1B-8B atau yang menurut sistem terbaru IUPAC berada pada golongan 3-12 adalah kelompok unsur logam transisi. Sedangkan di bagian paling bawah terdapat 2 deret unsur yang merupakan unsur logam transisi dalam. Dua deret unsur tersebut adalah aktinida dan lanthanida. 

Sifat Periodik Unsur pada Tabel Periodik Unsur Kimia

Selain mengetahui susunan atau format tabel periodik beserta keterangannya, harus diketahui juga sifat periode unsur yang dilambangkan atau digambarkan dari posisi unsur kimia dalam sistem periodik tersebut.

Sifat periodik ini sendiri berubah secara beraturan mengikuti kenaikan nomor atom yang berjalan dari sisi sebelah kiri ke sisi sebelah kanan yang berada dalam 1 periode. Sedangkan pada satu golongan sifatnya berubah dari atas ke bawah. 

Jari-Jari Atom 

Sifat pertama adalah jari-jari atom, yang merupakan jarak dari inti sampai kulit paling luar dari elektron. Jari-jari Atom ini besarnya ditentukan oleh faktor muatan inti dan jumlah kulit.

Pada unsur yang berada dalam satu golongan, semakin besar jari-jari menunjukkan semakin banyak kulit atomnya. Sementara pada unsur yang berada pada 1 periode semakin kecil jari-jari ditentukan oleh semakin besarnya muatan inti. 

Sifat (Logam & Non Logam) 

Setiap unsur memiliki sifat yang spesifik. Misalnya unsur yang termasuk dalam kelompok logam memiliki sifat menghantarkan listrik dan panas, mengkilap, dapat ditempa dan dapat ditentang menjadi kawat.

Sifat tersebut tidak dimiliki oleh unsur non logam. Dalam tabel periodik unsur yang memiliki sifat logam letaknya semakin ke kanan, sifat logamnya akan semakin berkurang. Berbanding terbalik, unsur yang berada semakin ke bawah, sifat logamnya semakin kuat. 

Unsur logam yang berada di sebelah kiri dengan unsur non logam di sebelah kanan dibatasi oleh tangga diagonal yang digambar dengan garis yang lebih tebal. Sementara unsur yang berada di batas antara unsur logam dan unsur non logam memiliki sifat ganda. 

Afinitas Elektron 

Sifat selanjutnya adalah afinitas Elektron, yaitu energi yang dihasilkan ataupun energi yang dilepas saat atom menarik elektron.

Pada sistem periodik, dalam satu golongan afinitas elektronnya cenderung berkurang dari unsur yang paling atas menuju ke bawah. Sedangkan pada satu periode, semakin ke kanan afinitas elektronnya justru semakin besar. 

Kereaktifan

Suatu unsur memiliki kereaktifan yang bergantung pada kecenderungan unsur tersebut melepas ataupun menarik elektron. Dalam satu periode, dari arah kiri menuju ke kanan, kereaktifan unsur awalnya menurun, setelah itu bertambah sampai ke golongan VIIIA.

Titik Didih dan Titik Leleh 

Sifat selanjutnya adalah titik didih dan titik leleh. Unsur yang berada dalam satu periode titik didihnya akan semakin naik dari arah kiri menuju ke kanan hingga mencapai golongan IVA.

Setelah itu titik didih dan titik lelehnya menurun secara drastis. Sementara itu, unsur dengan titik didih sekaligus titik leleh terendah adalah unsur-unsur yang berada pada golongan VIIIA. 

Unsur yang berada dalam satu golongan memiliki dua kecenderungan. Pertama, unsur yang berada di dalam golongan IA hingga IVA, titik cair dan titik didihnya semakin ke bawah semakin rendah. Kedua, pada unsur yang berada di dalam golongan VA hingga VIIIA, baik titik didih maupun titik cairnya semakin tinggi.


Dalam sistem periodik, unsur kimia yang ada di dalamnya terdiri atas beberapa unsur yang berbeda. Nah, berikut ini adalah unsur-unsur yang ada di dalam sistem periodik tersebut beserta karakteristik unsur-unsurnya. 

1. Logam Alkali (Golongan IA) 

Unsur yang berada pada golongan IA semuanya tergolong dalam kategori logam lunak (alkali). Seperti namanya, karakter logam ini lunak, seperti karet untuk penghapus. Massa jenisnya juga sangat ringan, bahkan untuk unsur Li, Na dan K masa jenisnya hanya kurang dari 1g/cm³.

2. Logam Alkali Tanah (Golongan IIA) 

Selanjutnya yang berada pada golongan IIA adalah kelompok logam alkali tanah. Unsur yang berada pada golongan ini adalah logam yang aktif. Namun jika dibandingkan dengan logam alkali yang berada pada 1 periode, kereaktifan unsur ini masih kurang, kecuali Berelium. 

3. Halogen (Golongan VIIA) 

Golongan VIIA merupakan kelompok unsur halogen, yaitu kelompok unsur non logam namun sangat reaktif. Hal ini karena unsur yang berada pada golongan ini memiliki elektron valensi 7. Sehingga untuk mencapai konfigurasi yang stabil hanya membutuhkan tambahan 1 elektron valensi. 

4. Gas Mulia ( golongan VIIIA) 

Unsur kimia yang berada pada golongan VIIIA adalah unsur yang termasuk gas mulia. Unsur yang berada pada golongan ini bersifat sulit bereaksi dengan unsur lain. Selain itu di dalam unsurnya tidak ditemukan senyawa alami. 

5. Unsur Transisi ( Golongan B) 

Unsur selanjutnya adalah unsur yang berada di bagian tengah tabel. Unsur ini adalah unsur-unsur yang disebut golongan tambahan. 

Demikian tadi penjelasan tentang tabel periodik unsur kimia. Tabel ini sangat diperlukan untuk mempelajari unsur-unsur kimia yang ada di bumi. Namun sebelum mempelajari, Anda harus mengetahui lebih dalam tentang tabel ini, mulai dari format tabel dan keterangannya serta sifat-sifat periodik unsurnya.